Search

Ketika Anak Panti Mengenal Alam Lebih Dekat di Hutan Astra

Updated: Feb 13, 2019

Sekitar 1,5 jam perjalanan dari Jakarta, rombongan yang membawa 41 anak dari Yayasan Remaja Masa Depan di Tebet, Jakarta Selatan tiba di kawasan Hutan Astra, Haroto Pusako Eco Edu Tourism Forest. Selain berlibur mereka akan belajar dan mengenal alam lebih dekat.


Kawasan Hutan Astra berlokasi di Babakan Madang-Sentul, Kabupaten Bogor, sekitar 400 meter di atas permukaan laut dan menempati lahan sekitar 200 hektare milik Perum Perhutani. Secara total, Perhutani memiliki lahan seluas 175.000 hektare, di mana sebagian lahan yang kritis dikelola oleh beberapa perusahaan yang peduli pada lingkungan dan punya program CSR untuk mendukungnya.


PT Astra International Tbk sendiri telah berkontribusi memperbaiki lahan kritis dan mengembangkannya menjadi kawasan wisata edukasi hutan sejak tahun 2012. Nama Haroto Pusako berarti "Harta Pusaka Ibu Pertiwi" dalam bahasa Ocu, Kampar, Provinsi Kepulauan Riau. Hutan memang harta pusaka. Terbukti, lahan kritis yang kemudian ditanami Astra dan menjadi Hutan Astra kini bisa menaungi bermacam jenis tumbuhan dan satwa. Diterangkan oleh Komarudin, Manajer Sentul Eco Edu Tourism Forest dari Perum Perhutani, di Hutan Astra setelah rimbun kembali oleh pepohonan bisa memancing berbagai macam hewan untuk datang. 


"Di sini ditanam pohon buni yang disukai burung, sehingga kini bisa ditemukan 38 jenis burung di sini. Masih ada lagi 7 jenis reptil, 6 jenis amfibi, dan 1 jenis primata yaitu monyet ekor panjang," terang Komarudin, kepada OG Indonesia di Hutan Astra, Sabtu (20/02). Di samping itu masih ada 5 jenis mamalia, 2 jenis arachnida, dan 21 jenis serangga. 

Untuk tumbuh-tumbuhan terdapat 4 flora endemik yaitu khaya, rasamala, puspa, dan pinus dengan total sekitar 175.700 pohon. Masih ada lagi 23 flora buah langka di antaranya buah abiu, buni, kepel, maja, kecapi, ceremai, kokosan, gowok, alkesa, hingga menteng.


Anak panti asuhan dari Yayasan Remaja Masa Depan datang ke Hutan Astra dibawa oleh Komunitas Wisata Panti yang peduli terhadap anak-anak panti asuhan yang jarang berlibur di luar panti asuhan tempat mereka tinggal. "Komunitas ini bergerak di bidang sosial kemanusiaan yang mengajak anak-anak dari panti asuhan berjalan-jalan dengan sifat edukasi," jelas Danu Setyo Nugroho, Ketua Komunitas Wisata Panti tentang komunitasnya yang rutin membantu anak-anak dari berbagai panti asuhan dengan cara berlibur.


Di Hutan Astra, anak-anak dari Yayasan Remaja Masa Depan sangat antusias bermain di alam dengan aneka permainan yang menyenangkan. Kebosanan tinggal di dalam panti asuhan pun seolah lepas sesaat dari diri mereka. Selain bermain, di Hutan Astra mereka juga diajak bersahabat dengan alam dengan cara menanam pohon. "Kami ingin mengajak adik-adik berkenalan dengan hutan alam di Indonesia, dan di sini kita belajar mengenal pohon," kata Danu, pendiri Komunitas Wisata Panti.


Ada dua jenis pohon yang ditanam, pinus dan buni. Saat akan menanam pohon terlihat mereka sangat antusias, bahkan ada sebagian anak yang tak sabar menunggu aba-aba dan menanam pohon lebih dahulu. "Senang ke sini," ucap Cholifah, salah satu penghuni panti asuhan yang kini duduk di bangku kelas 2 SD dengan wajah ceria.


Head of Corporate Communications Division PT Astra International Tbk Yulian Warman menerangkan kawasan Haroto Pusako yang merupakan bentuk kepedulian Astra untuk melindungi habitat bagi hewan yang terancam punah dan tanaman endemik hingga langka di Indonesia sangat terbuka untuk kegiatan edukasi anak-anak. "Kita sediakan fasilitas tempat salah satunya untuk Komunitas Wisata Panti. Kita dukung mereka agar anak-anak lebih mengenal alam," ujar Yulian. RH



8 views