Search

HISTORICALLY FUN.....Komunitas Wisata Panti Ajak Anak Panti Yatim Indonesia Kelilingi Dua Museum

Museum merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak memberikan edukasi terkait sejarah. Salah satunya adalah Museum Bahari dan Maritim yang berada di Jakarta Utara. Dua museum ini menyimpan sejarah kelautan Indonesia pada zaman penjajahan Belanda.


Hal itu disampaikan oleh Ketua Komunitas Wisata Panti, Danu Setyo Nugroho saat mengajak anak-anak panti dari Asrama Yatim & Dhuafa, Yayasan Panti Yatim Indonesia di Condet Jakarta Timur, berwisata, Ahad (16/02/2020). Katanya, perjalanan kali ini, ia ingin menyampaikan kepada anak-anak panti tentang sejarah kemaritiman di Indonesia.

“Alhamdulillah kali ini kami mengajak anak-anak panti berwisata ke-2 museum yaitu Bahari dan Museum Maritim. Wisata kali ini merupakan penyampaian sejarah tentang perdagangan laut Indonesia di masa penjajahan Belanda,” ujar Danu kepada gomuslim.

Sementara itu, Destri Andriani selaku pemandu museum Bahari Jakarta, mengungkapkan Museum Bahari adalah museum yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke yang berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa.


“Museum Bahari adalah salah satu dari delapan museum yang berada di bawah pengawasan dari Dinas Kebudayaan Permuseuman Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta. Museum ini juga menjelaskan siapa saja tokoh-tokoh yang ikut memerdekakan kelautan Indonesia,” terang Destri. Kemudian, Guide Museum Maritim, Sapna menyatakan, bersama anak-anak panti, guide museum Maritim mengajak berkeliling melihat berbagai miniature perahu dan alat berdagang laut. Ia melihat antusiasme anak-anak panti dalam keingintahuannya pada sejarah kelautan.

“Mereka banyak tanya, banyak ingin tahu tentang sejarah kelautan dan perdagangan di Indonesia. Bahkan, saat saya tanya tentang cita-cita mereka, banyak di antara mereka yang ingin jadi pelaut, atau tantara di laut,” ungkapnya. Ia menuturkan, di Museum Maritim, terdapat miniature kapal laut yang dapat dinikmati oleh pengunjung. “Di momen miniature kapal laut ini, anak-anak panti disajikan seperti berada diruang kapten. Dimana, mereka berada di depan alat kendali kapal laut yang didepannya adalah video seperti sedang mengendarai kapal laut. Nah ini yang membuat mereka antusias menggunakannya. Bahkan, saat ditanya, ada yang semangat untuk menggapai cita-cita di bidang kelautan,” kata Sapna.



Sumber: www.gomuslim.co.id




10 views